
Who should you give your love to?
Your respect and your honour to?
Who should you pay good mind to - after Allah,
And Rasullullah?
Comes your Mother,
Who next? Your Mother
Who next? Your Mother
And then you Father
Cause who used to hold you
And clean you and clothe you?
Who used to feed you
And always be with you?
When you were sick, stay up all night,
Holding you tight?
That’s right no other, My Mother
Who should you take good care of,
Giving all your love?
Who should you think the most of - after Allah
And Rasullullah?
Comes your Mother,
Who next? Your Mother
Who next? Your Mother
And then you Father
Cause who used to hear you
Before you could talk?
Who used to hold you
Before you could walk?
And when you fell, who’d pick you up?
Clean your cut?
No one but, your Mother, my Mother
Who should you stay right close to?
Listen most to?
Never say no to – after Allah
And Rasullullah?
Comes your Mother,
Who next? Your Mother
Who next? Your Mother
And then you Father
Cause who used to hug you
And buy you new clothes?
Comb your hair and blow your nose?
And when you cried who wiped your tears?
Knows your fears? Who really cares?
my mother
Say Alhamdulillah,
Thank you Allah
Thank You Allah for my Mother
lyrics by Yusuf Islam-Your Mother
Ini lagu islami untuk anak-anak, sederhana dan mudah dinyanyikan. tapi apa sesederhana itu maknanya? lirik ini mungkin akan mengingatkan kita dengan jasa-jasa seorang insan yang bergelar ibu. Seorang wanita yang mungkin biasa-biasa saja, tak pernah masuk daftar idola kita. bukan seseorang yang posternya terpampang di dinding kamar, bukan yang fotonya ada di dompet kita, bukan juga orang yang bikin kita mabuk kepayang tak bisa tidur dan tak enak makan layaknya orang jatuh cinta. Dan bahkan beliaupun tak pernah berharap diperlakukan seperti itu.
Padahal kalau kita membayangkan pengorbanannya antara hidup dan mati dalam melahirkan, menyusui, mendidik dan membesarkan kita, Subhanallah…. bahkan kata Dea Ananda dulu dalam lagunya:…surga ditelapak kaki ibu, itulah hadis nabi Muhammad,kalau kita berbakti padanya di akhirat mendapat surga….kasih sayangnya, cinta kasihnya, tak terbalas emas permata.… Mungkin kita memandang sepele semua itu karna kita (para remaja,khususnya) karena belum merasakan beratnya menjadi ibu.
Dalam islam sendiri, posisi ibu sangat tinggi sekali, bahkan Allah berfirman dalam Qur’anul Karim
“Dan kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam 2 tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kedua ibu bapakmu” (QS:Luqman:14)
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa pernah ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling berhak bagi aku untuk berlaku bajik kepadanya?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ayahmu.” (HR. Bukhari&Muslim)
Sungguh mulia bukan kedudukan seorang ibu dalam Islam, hinggga disebutkan 3x (ibumu,ibumu,ibumu,ayahmu) dan ibu adalah pahlawan dalam keluarga, pencetak generasi hebat dan para ahli syurga(Amin). jangan pernah meremahkan predikat “ibu rumah tangga”, yang slalu identik dengan daster,bau dapur dan pekerjaan RT lainnya. Justru dengan predikat itulah kita bisa nyaman di rumah dan Allahpun memberikan sale pahala berlipat ganda untuknya, melebihi sale akhir tahun deh!!
Tapi sungguh disayangkan, banyak wanita masa kini yang melupakan kodratnya yang mulia sebagai seorang ibu. Lihat di tayangan berita-berita,koran dan mungkin disekeliling kita. entah itu sarang prostitusi,aborsi,bayi di buang di tempat yang tidak seharusnya atau bahkan mungkin di jual dan semua dengan alasan ekonomi. Bahkan di luar negeri sana ada beberapa restaurant tertentu yang menjual makanan yang disebut dengan sup kesehatan, dan makanan yang berupa sup itu terbuat dari janin bayi yang kisaran umurnya 4-8bulan. Naudzubillah…. padahal masih ada saudara-saudara kita yang belum diberi anugrah menjadi seorang ibu. semoga kita senantiasa dilindungi Allah dari hal-hal yang demikian.
Bagi kita yang masih diberi nikmat untuk memperoleh curahan kasih sayang, berbuat baiklah pada bapak ibu kita, seperti yang telah Allah SWT firmankan dalam Qalam-Nya:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya, atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah sekali-kali engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah!” - Jangan pula engkau membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan, dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku! Sayangilah mereka berdua, sebagaimana mereka berdua telah menyayangi aku semenjak kecil.” (QS 17:23-24)
Berkata “ah” saja tidak boleh, bukankah berarti kedudukan ibu (orang tua) sangat istimewa di mata Allah. Bahkan dalam hadis disebutkan : Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash radhiyallaahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ridha Allah bergantung kepada keridhaan orang tua dan murka Allah bergantung kepada kemurkaan orang tua”
‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu berkata. “Artinya : Aku bertanya kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, ‘Amal apakah yang paling utama?’ Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya).’ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?’ Nabi menjawab: ‘Berbakti kepada kedua orang tua.’ Aku bertanya lagi: ‘Kemudian apa?’ Nabi menjawab, ‘Jihad di jalan Allah’
Bersyukurlah bila ibu/orang tua kita masih diberi kesehatan dan umur panjang dan kita masih diberi waktu oleh Allah untuk membahagiakannya dan berbakti padanya. Terkadang kita tak perlu membalas jasa mereka dengan hal yang besar dan berlebihan, cukuplah dengan senyuman, mencium tangannya, berbicara dengan bahasa yang sopan, menyambung silaturrahmi bila kita berjauhan dan mendoakannya setiap hari.
Semoga dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Islam tersebut, kita dimudahkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah dan kita bisa menjadi mata iar bagi bagi orang tua kita yang senantiasa mengalirkan kejernihan dalam kehidupan mereka di dunia dan akhirat. Aamiin.